Menghitung THR

Halo halo..para karyawan? Sudah terima THR-kah? Jelang Lebaran biasanya obrolan tentang THR mulai berkumandang.. lumayan untuk bikin kue, untuk beli baju baru, untuk bekelin anak-anak pas hari-H :)

Bicara soal THR atau Tunjangan Hari Raya, kenapa kita (karyawan) perlu mendapatkan THR? Apa ini semacam kebaikan hati dari majikan, dari bos atau pemimpin perusahaan? Apa mereka ingin para karyawannya gembira menjalani hari raya? Tentu saja tidak..

THR adalah hak setiap karyawan, baik negeri maupun swasta. Dan adalah kewajiban si empunya pekerjaan untuk memberikan THR. Mengapa THR adalah hak karyawan? Lantas, bagaimana cara menghitungnya?

Misal seorang karyawan dengan gaji Rp 1 juta per bulan.
Gaji per minggu = Rp 250.000 (1 bulan = 4 minggu).
Dalam setahun ada 52 minggu, maka :
Gaji 1 tahun: 12 bulan x Rp 1 juta = 12 juta
Gaji 1 tahun: 52 minggu x Rp 250 ribu = 13 juta
Nah, ada selisih Rp 1 juta. Itulah yang diberikan sebagai THR atau sering disebut gaji ke-13.

Maka tak perlu menganggap pimpinan baik hati hehe.. Itu memang uang karyawan sendiri dan kewajiban perusahaan untuk membayarnya. Karena sebenarnya institusi atau perusahaan tidak mengeluarkan uang tambahan yang membebani kas perusahaan.

Siapa saja yang berhak mendapatkan THR? Mustinya sih semua bisa ya selagi ada selisih hari kerja. Tapi mungkin untuk memudahkan hitungan maka Pasal 2 Permen 04/1994 hanya mewajibkan pengusaha untuk membayar pekerja yang sudah bekerja secara berturut-turut selama 3 bulan atau lebih. Peraturan ini tidak membedakan status pekerja, apakah karyawan tetap, karyawan kontrak, ataupun karyawan paruh waktu. Asal seorang pekerja telah bekerja selama 3 bulan berturut-turut, ia berhak atas THR. Pada prakteknya tidak begitu to? Ada yang hanya membayarkan kepada karyawan tetap, ada yang hanya membayarkan yang masa kerja lebih dari setahun, ada yang malah ‘kumaha saya’ :)

Bagaimana dengan Anda? Belum dikasi THR? Masih ada waktu sampai H-7 paling lambat. Kalau belum juga..tagih aja :D