The Lincoln Lawyer, kisah Mr NTGUILTY – si pengacara flamboyan

Belakangan ini tidak cukup banyak film luar yang beredar di bioskop tanah air. Beberapa judul yang sudah kita catat baik-baik dari referensi yang kita punya bisajadi tidak akan pernah muncul, atau kalaupun muncul akan sangat terlambat. Nah salah satu yang sempat kutunggu -ketika bioskop hanya menayangkan sejumlah film tanah air yang dari judulnya saja garing banget- adalah film ini: The Lincoln Lawyer.

Film ini dibintangi si ganteng Matthew McConaughey yang lebih banyaknya memerani film-film komedi romatis. Kali ini ia mencoba mengulang sukses perannya sebagai pengacara dalam A Time To Kill (1996). Seperti halnya A Time To Kill, film ini juga diangkat dari novel laris karya novelis asal Amerika Serikat, Michael Connelly dengan judul yang sama.

Dalam The Lincoln Lawyer, McConaughey berperan sebagai Mickey Haller, seorang pengacara flamboyan yang selalu berkendara dengan mobil kerennya, Lincoln Town Car. Mickey dikenal sebagai pengacara yang dapat melakukan apa saja untuk memenangkan kliennya. Kali ini Mickey dipilih oleh seorang anak pengusaha real estate sukses, Mary Windsor (Frances Fisher) karena tuduhan pemerkosaan dan penganiayaan seorang PSK. Dalam pertemuan mereka, si anak, Louis Roulet (Ryan Phillippe) tampil sebagai pemuda baik-baik, terpelajar, dan tanpa dosa. Namun rupanya faktanya tidak sepersis penampilannya. Ada banyak kebohongan yang disembunyikan Roulet. Tak ayal lagi, Mickey pun berusaha mencari informasi dari berbagai sumber yang lantas membawa Mickey pada kegagalan kasusnya bertahun silam.

Sebagai sebuah film yang memang kutunggu dan atas rekomendasi seorang kawan, The Lincoln Lawyer sebetulnya tidak menghidangkan menu baru dalam hal kasus hukum. Drama persidangan berlangsung biasa saja, kurang greget apalagi menggugah emosi penonton. Persaingan antar pembela tidak muncul dengan kental bahkan cenderung datar. Bukan berarti film ini tidak menarik. Beberapa kejutan dibubuhkan terutama saat Mickey merasa terjebak dalam situasi yang menyudutkan, mau tidak mau dia memikirkan upaya untuk membalikkan skenario yang tampaknya disiapkan dengan apik oleh Roulet dan ibunya.

Sayangnya terlalu banyak karakter yang coba ditampilkan dan akhirnya malah tidak optimal. Mereka bermain dengan baik, misalnya rekan kerja Mickey, William H. Macy bermain cukup baik, terlepas dari terbatasnya kehadiran dia di film ini. Begitu pula hadirnya Margaret McPherson (Marisa Tomei) cukup membawa suasana manis-romantis dalam film ini. Nama-nama seperti Ryan Phillipe, Josh Lucas, dan Frances Fisher memberikan nilai lebih pula. Namun tetap saja, rasanya masih ada yang kurang.. Cukup menghibur, tapi  terasa kurang memuaskan..

Sutradara: Brad Furman
Produser: Sidney Kimmel, Tom Rosenberg, Gary Lucchesi, Richard Wright, Scott Steindorff
Penulis: John Romano (screenplay), Michael Connelly (novel)
Pemain: Matthew McConaughey, Marisa Tomei, Ryan Phillipe, Josh Lucas, John Leguizamo, Michael Peña, Bob Gunton, Bryan Cranston, William H. Macy, Margarita Levieva, Trace Adkins, Frances Fisher, Michael Paré, Shea Wigham
Musik: Cliff Martinez
Sinematografi: Lukas Ettlin
Editing: Jeff McEvoy
Studio: Lakeshore Entertainment/Sidney Kimmel Entertainment/Stone Village Pictures
Distribusi: Lionsgate
Durasi: 120 menit

Enhanced by Zemanta