Menjenguk Kota Apel (1 – GSV Pandaan dan Kawasan Agrowisata Batu)

Setelah belasan tahun berselang, akhirnya kuinjakkan kembali kakiku ke kota ini: Malang. Sebetulnya tujuan utama perjalananku adalah urusan pekerjaan. Tapi tidak menariklah bicara pekerjaan, mari bicara jalan-jalannya saja.. :)

Tiba di Malang Selasa (14/2) langsung disambut suasana sore kota apel yang kurasa tak lagi dingin. Dibandingkan Bandara Internasional Sukarno-Hatta, Bandara Abdul Rahman Saleh jauuuuuh lebih kecil. Tapi tampak sibuk dengan pembangunan sana-sini yang menandakan ada upaya perluasan fungsi. Bandar udara yang terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini baru beroperasi kembali melayani penerbangan umum pada tahun 2005 setelah sempat beroperasi pada tahun 1994 hingga 1997 lalu vakum. Saat ini bandara yang sudah terpisah dari penerbangan militer sejak akhir tahun lalu ini dilayani empat maskapai penerbangan: Garuda, Wings Air, Sriwijaya, dan Batavia Air.


Begitu tiba, kendaraan penjemput sudah siap. Kami, serombongan dari Jakarta, Lampung, Pontianak, dan Manado langsung dibawa menuju Pandaan, sebuah kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Konon dari wilayah ini lahir banyak musisi dan penyanyi rock, diantaranya Elpamas (elek2 Pandaan, mas.. :) kidding).

Di rumah retreat*) inilah kegiatan dilangsungkan hingga Jumat siang (17 Februari). Tapi ternyata gambaran gedung tidak banyak kuambil selain dokumentasi rapat. Lebih banyak motret binatang :D

(Pada saat jeda aku suka bermain ke area belakang.. Ada banyak pohon durian yang sedang berbuah. Ada bebek, ayam, angsa, dan aneka burung liar. Dan ada Molly, kawan bercakapku :) Molly adalah anjing kampung yang dikawinkan dengan betina herder. Anaknya 3, lebih menyerupai emaknya -yg sdh mati- daripada bapaknya. Tinggi, besar, cakep dah.. Tapi aku tidak tega melihatnya dari dekat, dikurung. Mungkin terlalu menyeramkan buat penjaganya. Oiya waktu disana Molly lagi sakit. Semoga skrg dah sembuh ya, Molly :))

Pada Kamis, hingga jelang sore kami sempat diajak mengunjungi kawasan agrowisata di Batu, Malang. Pohon Apel belum berbuah. Pada sebagian area bahkan daun-daunnya tengah dirontokkan untuk memperlebat buah. Pohon Naga baru menampakkan beberapa calon buahnya.

Pada satu titik rombongan berhenti untuk menikmati Apel, gratis.

mgr agustinus agus

Pada kunjungan kebun strawberry hanya dibolehkan memetik 4 buah.

rm dany osc, rm koko pr, bang tigor
Tapi aku sempat mencatat pupuk organik untuk strawberry, dan kurasa cocok untuk pemupukan pohon buah lainnya.

***
Pupuk organik untuk tanaman strawberry. Merupakan campuran 200 liter air, 10 liter campuran kotoran sapi, kambing, dan kencing kelinci. Setelah diperam dalam drum tertutup selama 1 bulan baru bisa digunakan. Pupuk ini bisa dimanfaatkan untuk menyirami 1000 polibag. 1 polibag berisi 2-3 batang strawberry. Tapi hanya tanaman berumur di atas 4 bulan yg perlu disiram dengan jangka penyiaraman cukup 3 minggu sekali. Mau coba?

***

Selain aneka tanaman, banyak binatang yang menarik untuk diajak komunikasi (seperti biasa ;p).

Tak banyak waktu untuk jalan2, dan kebersamaan dengan kawan-kawan kerja pun berakhir.


Selamat tinggal Griya Vincentius, selamat tinggal Pandaan, selamat tinggal Molly :)

Perjalanan selanjutnya: Menjenguk Kota Apel (2)

*) Griya Samadi Vincentius (di Keuskupan Malang)
Jl. Raya Ngemplak 2 Prigen Pasuruan 67157
0343 – 881516, 881629
Alamat surat: Pastoran Katolik, Jl. Kepanjen 9 Surabaya 60175.
Telp. (031) 20600, 25815