Chanko-nabe, cemilan khas Pegulat Sumo

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 142

Sumo! Apa yang terbayang di benak Anda mendengar kata tersebut?

Hampir pasti, yang langsung muncul di benak kita adalah pegulat bertubuh tambun, baik yang sedang duel maupun tengah dalam posisi siaga. Sumo sendiri merupakan salah satu kegiatan yang paling tradisional dan spiritual di Jepang. Sumo menjadi olahraga profesional dan dipilih sebagai olahraga nasional Jepang pada tahun 1909. Dan saat ini, sumo tidak hanya dianggap sebagai seni bela diri modern Jepang, tapi juga sudah menjadi kebudayaan Jepang secara keseluruhan.

Nah, pegulat sumo berbadan tambun itu rata-rata memiliki berat badan hingga 200 kg. Untuk menjaga tubuhnya, para pegulat sumo ini setiap hari harus melahap setidaknya 8.000 kalori. Makanan yang dikonsumsi oleh pegulat sumo tidak memiliki lemak berlebih, namun kaya protein dan lemak baik. Yang paling penting harus terdiri dari banyak nasi.

Ada satu cemilan istimewa yang khas menjadi santapan para pesumo ini. Namanya Chanko-nabe.

jlmc - chanko nabe

Chanko-nabe merupakan menu yang terdiri dari daging dan sayuran dalam sup dengan dasar kaldu ayam, dengan bumbu garam atau miso. Resep chanko-nabe untuk setiap pegulat sumo biasanya berbeda. Tapi biasanya Chanko-nabe disajikan dalam ukuran 5.000-10.000 kalori. Mereka makan hanya dua kali sehari, tapi dalam porsi yang sangat besar.

Ada resep sederhana Chanko-nabe yang bisa dicoba. Bahan-bahannya cukup mudah didapatkan di supermarket Indonesia. Berminat?

Bahan:
Kuah pedas kacang, bayam Jepang (orenzo), daun bawang, jamur enoki, jamur sitake, kucai, bakso ikan, daging ayam, mi yang terbuat dari umbi-umbian, dan sawi putih.

Cara membuat:
Panaskan kuah pedas kacang. Masukkan satu per satu bahan, m,ulai dari daging ayam, mi umbi dan bakso ikan. Dilanjutkan dengan jamur-jamur dan kucai. Berikutnya daun bawang, bayam Jepang, dan terakhir sawi putih. Tak perlu dimasak terlalu lama.

Chanko-nabe pun siap dihidangkan. Selamat menjadi pegulat sumo…eh…selamat mencoba!  :D

sumber: kompas dan viva

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Makanan sehat ala Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 130 jlmc - makanan sehat ala jepangBicara tentang makanan sehat, masakan Jepang akan senantiasa disebut. Kenapa demikian? Karena masakan Jepang sehat dan selalu berkaitan dengan alam. Sebagai contoh sushi hanya sedikit melewati proses pemanasan. Dengan begitu sebagian besar nutrisinya masih terjaga. Selain itu bahan-bahan makanan yang digunakan pun sangat sehat. Tidak diolah, kedelai, rumput laut, dan berbagai macam jenis ikan membuat sushi dinobatkan sebagai salah satu masakan sehat di seluruh dunia. Beberapa fakta yang merujuk masakan Jepang dianggap paling sehat. 1. Jantung sehat. Penggunaan seafood sebagai bahan utama menjadikan jantung tetap sehat karena merupakan sumber protein yang memiliki banyak omega-3. 2. Makanan rebus. Masakan Jepang kebanyakan direbus. Kita  jarang menemukan makanan Jepang yang digoreng atau direndam rempah-rempah. 3. Kedelai. Kedelai yang digunakan dalam masakan Jepang tidak diproses berlebihan, sehingga sangat sehat. 4. Minim garam. Makanan Jepang sehat karena kandungan sodiumnya relatif rendah. Makanan laut yang orang Jepang biasa konsumsi memiliki natrium alami, sehingga kandungan garam dalam makanan pun tak diperlukan berlebih. 5. Ubi. Karbohidrat dalam makanan Jepang tersedia di ubi jalar. Ubi merupakan karbohidrat kompleks yang memberikan energi dan nutrisi juga. (baca juga: Ubi di Jepang) 6. Makanan kaya antioksidan. Ikan dan sayuran memiliki antioksidan maksimum dalam keadaan mentah. Dan karena Jepang memasak dengan cara minimal, maka ia pun mendapatkan hasil yang maksimal dari antioksidan 7. Rumput laut. Masakan Jepang adalah salah satu masakan paling langka di dunia, karena penggunaan rumput laut sebagai salah satu bahannya. Ada banyak manfaat kesehatan dari rumput laut. Selain kaya akan mineral laut, rumput laut juga memiliki hampir nol kalori. sumber: she knows

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Toast Art, karya seni di atas roti panggang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 129

Setelah Latte Art, kini muncul Toast Art. Roti?

jlmc - toast artYup! Seorang seniman muda di Tokyo, Hittomii, membuat gambar-gambar lucu dan unik di atas roti tawar panggang. Tentu bukan hal yang mudah. Seperti halnya latte, roti pun benda rapuh yang membutuhkan ekstra kehati-hatian untuk berkarya di atasnya. Cara membuatnya pun cukup rumit. Hittomii harus membuat sketsa jejak yang berlapis-lapis pada sebuah plastik transparan. Lalu bubuk kokoa ia gunakan untuk memperjelas gambar. Meski masih terbilang muda, Hittomii sudah menunjukkan kemampuan dalam membuat detil di atas roti panggang karyanya.

Toast Art ini sedang booming di Jepang. Karya-karya yang dibuatnya kebanyakan adalah tokoh anime yang ia sukai, seperti karakter tokoh populer dari Free!, Uta no Prince-sama, Gin Tama dan Attack on Tita. Barangkali Anda tak cukup kenal tokoh-tokoh tersebut. Tapi sepakat kan kalau gambar-gambar di roti ini menarik? :)

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Okonomi-yaki, martabak telor Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 126

jlmc - okonomiyakiOkonomi-yaki pada awalnya adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung dan air saja. Penganan ini biasanya disajikan dalam jamuan minum teh Sen no Rikyū, tokoh abad 16 yang sangat berjasa mengembangkan acara jamuan teh di Jepang. Memasuki jaman Meiji (akhir abad 19), kios-kios jalanan menjual Yōshoku-yaki (‘crepe ala Barat’) yang terdiri dari lapisan adonan tipis yang diberi taburan irisan ikan cakalang, bawang daun, dan saus. Dari situ mulai dilakukan modifikasi okonomi-yaki tradisional.

Campuran yang biasanya digunakan untuk okonomi-yaki adalah daging dan kol dengan bahan isi gurita, mentaiko (telur ikan yang dibumbui pedas), keju, kimchi (asinan sayur yang dibumbui pedas ala Korea), dan mochi Jepang.  juga populer. Okonomi-yaki juga dapat disajikan dengan lapisan mi goreng, yang dinamakan Modan-yaki.

Ada dua gaya utama Okonomi-yaki: ala Kansai dan ala Hiroshima. Ala Kansai mencampurkan bahan isi dengan adonannya, sementara ala Hiroshima terlebih dulu memasak adonannya dengan tipis seperti crepe kemudian diberi kol, daging, mi goreng, telur atau bahan isi lainnya.

Mari coba membuat okonomi-yaki sendiri :)

Bahan (untuk 4 porsi):
80 gram cumi
200 gram kol
1 butir telur
100 gram tepung terigu
½ gelas air (100 ml)
½ sendok teh garam (2,5 gram)
merica untuk perasa
1 sendok teh kecap asin (5 ml)
minyak sayur untuk menggoreng

Untuk saus
2 sdm saus tomat (30 ml)
1 sdmakan kecap asin (15 ml)
mayonnaise (kalau suka)

Cara memasak:
1. Potong cumi bentuk dadu ukuran 1 cm. Cincang halus kol hingga berbentuk dadu ukuran 1/2 cm.
2. Kocok telur di dalam mangkuk. Tambahkan air, lalu bumbui dengan garam, kecap asin, dan merica. Masukkan sedikit demi sedikit tepung ke dalam adonan.
3. Masukkan cumi dan kol, aduk hingga tercampur merata dengan adonannya.
4. Panaskan penggorengan atau wajan datar dan lapisi dengan sedikit minyak. Tuangkan seluruh campuran adonan tadi dan ratakan hingga berbentuk lingkaran dengan ketebalan sekitar 2 cm. Tutup penggorengan dan biarkan di atas api kecil selama 7-8 menit. Bila bagian bawahnya sudah berubah menjadi berwarna coklat keemasan, balikkan. Tambahkan sedikit minyak ke dalam penggorengan dan biarkan selama 7-8 menit hingga matang.
5. Campur saus tomat dan kecap asin. Sajikan Okonomi-yaki di atas piring dan beri saus di atasnya. Bila suka, tambahkan mayonnaise.

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Perayaan Tahun Baru di Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 125

Merayakan tahun baru di Jepang bukan sekedar perayaan pada hari pertama di tahun yang baru. Tradisi orang Jepang dalam menyambut tahun baru merupakan serangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Desember.
dhenok - taun baru jepangBulan ke-12 atau Desember menjadi bulan tersibuk di Jepang. Bulan ini menjadi saat orang Jepang ‘membereskan apa saja’ untuk menutup tahun dan menyongsong tahun baru dengan hal baru. Apa sajakah yang dilakukan oleh orang-orang Jepang?

Bounenkai. Salah satu tradisi orang Jepang dalam menyambut tahun baru ini adalah dengan acara makan-makan. Bounenkai berarti ‘lupakan tahun lalu’. Bounenkai biasanya diadakan di antara sesama rekan kerja atau teman. Agenda tambahannya adalah saling memberikan ‘Oseibo’ (hadiah akhir tahun) dan menulis Nengajo (kartu pos tahun baru) kepada kerabat yang tinggal di tempat jauh.

Makan Kabocha dan mandi Yuzuyu. Bulan Desember di Jepang sedang musim dingin. Salah satu yang menjadi tradisi adalah makan Kabocha (sejenis labu) dan mandi Yuzuyu (mandi air panas yang penuh dengan buah jeruk). Ini sebagai wujud keinginan orang Jepang untuk tetap bugar selama musim dingin dengan menjaga tubuh tetap hangat dengan makan buah-buahan kaya vitamin.

Oosoji. Kata ini memiliki arti pembersihan total. Bulan Desember menjadi saat orang Jepang untuk membersihkan lingkungan, baik di rumah, sekolah, dan tempat kerja pada pra-tahun baru.

Dekorasi. Bersamaan dengan saat bersih-bersih, dekorasi pun mulai dipasang. Biasanya dipasang di dalam maupun di luar rumah pada tanggal 30 Desember. Sepasang Kadomatsu (batang pohon pinus dan dekorasi bambu) akan ditempatkan di depan pintu gerbang atau pintu biasa. Ada pula Shimekazari atau Shimenawa, yang terbuat dari dekorasi kertas dan buah jeruk akan digantungkan di berbagai sudut rumah, khususnya di depan pintu. Bahan-bahan yang dipakai dalam dekorasi, seperti bambu, pinus, dan jeruk, merupakan simbol dari panjang umur, vitalitas, dan nasib baik. Kue juga menjadi bagian dari dekorasi. Yang umumnya dipajang adalah Kagamimochi (terdiri dari kue mochi ditumpuk dan ditaruh di meja) dan Osechi Ryori (makanan-makanan yang rapi dibungkus dalam kotak).

Satu lagi yang tak bisa dilewatkan saat tahun baru adalah Mie Soba! Istilah populernya Toshikoshi Soba (mie yang melewati tahun) yang melambangkan panjang umur. Maka dapat dipastikan saat Oomisoka (malam pergantian tahun) restoran-restoran yang menjual mie soba bakal kewalahan melayani para pembeli.

Pada tahun baru, hampir semua kantor di Jepang meliburkan karyawannya selama 1 hingga 2 minggu. Mereka biasanya memanfaatkan hal ini dengan pergi bersama keluarga, baik keluar negeri atau ke tempat wisata lokal.

dari berbagai sumber

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Wasabi, si rimpang pedas dari Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 123

Penyuka makanan mentah ala Jepang? Pasti kenal dengan bumbu satu ini: wasabi!

jlmc - wasabiSelain sebagai penyedap rasa, wasabi yang mengandung isotiosiant yang bersifat antimikroba penghambat pertumbuhan bakteri. Jadi sebetulnya wasabi bisa dibilang ‘wajib’ hukumnya untuk dikonsumsi berbarengan dengan  menu makanan mentah seperti sashimi dan sushi. Dengan begitu kita terhindar dari resiko sakit perut atau diare setelah menyantap hidangan ikan mentah.

Wasabi (わさび) adalah tanaman asli Jepang dari suku kubis-kubisan. Wasabi yang dimanfaatkan untuk bumbu makanan mentah diambil dari rimpangnya. Baik dimakan mentah maupun dikemas dalam bentuk bubuk kering. Bubuk wasabi banyak dijual di supermarket yang menyediakan bumbu Jepang. Penggunaannya dicampur dengan sedikit air hingga berbentuk pasta.

Cara menambahkan wasabi waktu ingin menyantap sashimi dan sushi adalah dengan cara mencuil wasabi ke daging atau sushi. Ada yang mencampurkannya terlebih dahulu dengan shoyu atau kecap asin. Tapi ini tidak di anjurkan karena aroma wasabi akan teredam oleh aroma shoyu, dan penguapan daya pedasnya menjadi berkurang.

Di Jepang, wasabi banyak tumbuh liar di sepanjang aliran sungai yang bersih dan sejuk  seperti di daerah pegunungan pulau Honshu, Kyusu, dan Shikoku.  Wasabi sendiri secara garis besar dibagi menjadi dua jenis, wasabi air (sawa wasabi) yang ditanam di anak sungai dan wasabi ladang (hatake wasabi) yang ditanam di ladang. Wasabi ladang biasanya dipanen setelah berumur 18 bulan. Wasabi air ditanam untuk diambil bagian rizoma yang dimakan mentah setelah diparut. Selain rimpang, seluruh bagian tanaman ini memiliki aroma harum sekaligus rasa pedas menyengat.

Budidaya wasabi sendiri baru dimulai sekitar tahun 1596-1615 di daerah hulu Sungai Abe, Utōgi, Prefektur Shizuoka. Ada beberapa versi cerita terkait penyebaran wasabi ini. Versi pertama menyebutkan penduduk desa Utōgi mencabut wasabi yang tumbuh liar dan memindahkannya ke lahan di sekitar mata air yang terletak di Idōgashira. Hasil budidaya ini dipersembahkan kepada Tokugawa Ieyasu yang tinggal di Istana Sumpu. Cerita lainnya, penyebaran wasabi ke seluruh Jepang dimulai di pertengahan zaman Edo dari bibit tanaman wasabi yang diterima Itagaki Kanshiro, setelah ia mengajarkan budidaya shiitake kepada penduduk Utōgi.

dari beberapa sumber

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]

Makan Sushi yuuuk!

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 120

Baru mau coba-coba makanan Jepang sushi? Yuk kita periksa aturan mainnya.

jlmc - sushiSushi disajikan sepaket dengan wasabi (bubuk hijau pedas), shoyu (kecap asin pencelup sushi), dan gari (potongan jahe berwarna merah muda). Bahan-bahan ini bukan sekedar pelengkap tapi juga memiliki fungsi. Wasabi berguna untuk mematikan bakteri yang terdapat dalam ikan mentah dan bisa mencegah keracunan makanan. Sedangkan gari, fungsinya untuk menetralkan lidah supaya rasa masing-masing sushi tidak bercampur.

Bagaimana cara makannya?

1. Begitu duduk di restoran sushi, pelayan biasanya akan memberikan oshibori (handuk panas) untuk mengelap tangan kita.
2. Temaki-zushi dimakan langsung dengan tangan, karena bentuknya yang kerucutnya sulit menggunakan sumpit.
3. Nigiri-zushi sebenarnya bisa dimakan langsung dengan tangan (tanpa sumpit). Tapi sekarang banyak pula yang memakannya dengan memakai sumpit. Dua-duanya diperbolehkan.
4. Tuangkan shoyu ke mangkok saus. Masukkan wasabi, campur. Kalau tidak suka wasabi tak jadi soal.
5. Ambil sushi, celupkan bagian ikannya ke campuran shoyu-wasabi. Celup bagian ikannya. Bukan nasinya, karena itu akan membuat nasi buyar.
6. Sushi dimakan sekali suap. Jika potongan sushi terlalu besar, gigit pelan-pelan dan langsung lanjutkan dengan suapan berikutnya. Potongan sushi yang sudah digigit tidak boleh diletakkan di piring karena akan dianggap jorok atau tidak sopan.
7. Yang paling tepat menjadi teman minum sushi adalah ocha (green tea). Sebaiknya tidak memilih soft drink karena minuman ini akan merusak rasa alami sushi.

Sudah siap bersantap siang? Itadakimasu… :)

Atau… mau sushi yang ini aja? :D

sushicats

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]