Taman Kecilku pada 17 Agustus 2012

Memangkas dahan-dahan yang berlebih, terlalu rimbun dan tinggi untuk halaman kecilku. Itulah yang kulakukan sepanjang sore kemarin. (Ada bagian yang mengerikan: tikus tanah menghabisi bawah tanahku! Sementara ini diselesaikan dengan diurug saja. Entah bertahan berapa lama. Entah sejauh mana juga perjalanan pasukan tikus tanah itu. Berharap mereka tak membuat perumahan di bawah ubinku. Please, jangan ya, tikus…)

Ditemani anak-anak meong. Entah ditemani, entah direcoki :)


Ya, akhirnya punya waktu cukup leluasa untuk mengurusi tanaman. Sejak hijrah ke Jakarta tahun lalu, praktis tanaman tidak terawat secara khusus. Si teteh yang kutitipi rumah, hanya memberinya minum tiap pagi. Tidak mengganti tanah ataupun memberi pupuk. Apalagi mengajak bicara seperti yang biasa kulakukan :)


Pohon bisbul masih kubiarkan. Malah terpikir untuk menaruh papan di bagian tengahnya. Tampak lucu untuk tempat maen meong :) Pohon cengkeh tambah tinggi, melebihi kepalaku. Pohon dewandaru tampak kurus. Pada kemana daunmu, hey? Butuh tanah dan pupuk baru tampaknya. Sabar ya…ibunya belum ada budget belanja tanah dan pupuk :)


Pada bagian kanan, kutinggalkan pohon dedaunan dan bunga wangi. Ada zodia, kemuning kecil, dan melati. Setelah kupangkas, pohon jambu mawar kupindah ke belakang. Agar lebih leluasa dan membantu menyerap air.


Hmmm..kurasa hari ini taman kecilku lebih rapi.


Tak ada bendera merah putih di halaman rumahku. Tapi tentu saja aku cinta negeriku. Dan akan selalu.

Dirgahayu Indonesiaku!

***
Pssst..kenalkan, satpamku hari ini! Namanya Mimo… :)

Bisbulku berbuah!

Siang tadi pas mau pergi, kutemukan Buah Bisbul tergeletak di halaman. Waaah, kok bisa aku tidak tau ya? Padahal rasanya pohon ini baru berbuah 2 kali sejak kutanam tahun 2006. Dan anehnya buahnya jauh lebih kecil dari sebelumnya.. Kurang gizi apa ya?

Btw, banyak ga ya yang tau tentang Pohon Bisbul?

Bisbul berasal dari Filipina dengan nama ilmiah Diospyros blancoi A. DC. Tapi banyak orang menyebutnya Buah Mentega (Melayu, merujuk pada daging buahnya ketika masak), Kamagong, Tabang atau Mabolo (Tagalog, merujuk pada kulit buahnya yang berbulu halus), Marit (Thailand), dan Velvet Apple (Inggris). Pohonnya tinggi, bisa mencapai 10-30 m, meskipun umumnya hanya sekitar 15 m atau kurang. Di halamanku belum sampai 5 meter (dan entahlah apa jadinya kalau dia tumbuh mencapai 30 meter!). Dia berbatang lurus, dengan kayu berwarna gelap. Cabang2nya agak mendatar dengan daun lebat dan rapat.

pohon bisbul

Pohon Bisbul di rumahku

Pohon ini ditanam terutama untuk buahnya. Namun kayunya juga berkualitas baik, coklat kemerahan hingga hitam, bertekstur halus, kuat dan keras. Konon di Filipina merupakan bahan kerajinan yang berharga dan dilindungi oleh undang-undang.

Buah Bisbul berbentuk bulat berwarna coklat kemerahan dengan bulu halus seperti beludru. Daging buahnya putih, agak keras dan padat.

Kuperhatikan dia agak mirip Buah Sukun dalam ukuran kecil. Tapi agak mirip Sawo juga dengan biji lebih kecil. Rasanya pun mirip, tapi tidak berair dan tidak terlalu manis; agak sepat malah. Aromanya tidak cukup menarik, seperti kecut keju.

 

buah bisbul

Buah Bisbulku

Bisbul tumbuh dengan baik di daerah beriklim muson, pada berbagai jenis tanah sampai dengan ketinggian 800 m dpl. Di Filipina, Bisbul berbuah antara Juni-September; namun di Bogor buah telah dapat dipetik antara Maret-Mei. Aku sendiri belum pernah menjumpai Buah Bisbul dijual di luaran. Aku dulu mendapatnya dari seorang kawan. Tapi cara menanam dan merawatnya juga tidak rumit, tidak beda jauh dengan pohon buah lainnya.

Berminat menanam? Selain eksotis, pohon ini juga layak tanaman karena terbilang langka..

referensi: wikipedia