Mengunjungi Medan plus Danau Toba dan Samosir.. uhuuuuuyyyy!

Akhirnya datang juga kesempatan mengunjungi Medan! Orderan mendadak yang menyenangkan. Karena bisa menemui salah satu keluarga yang sudah 26 tahun tidak bertemu. Senangnya :)

Sebagai kota terbesar ketiga, Medan adalah kota yang sibuk. Tapi berhubung kunjungannya bukan dalam rangka maen, jadi banyak tempat yang terlewatkan. Untungnya masih sempat berkunjung ke Istana Maimoon yang bersejarah, Masjid Raya yang sudah berumur lebih dari 100 tahun, Klenteng (meskipun hanya melihat dari luar karena keburu tutup), mencoba becak motor, dan tentu saja mencicipi duriannya yang murah dan wueeenak.

Setelah nyaris tidak jadi, akhirnya bisa ditemukan celah untuk mengunjungi Danau Toba, danau yang menjadi kebanggaan Indonesia. Danau yang terletak di Provinsi Sumatera Utaraini masih menjadi danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Danau Toba merupkan danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 km dan lebar 30 km. Selain besarnya, yang menarik dari Danau Toba adalah adanya pulau di tengah danau, Pulau Samosir.

Danau Toba telah lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias. Anda termasuk yang berminat untuk mengunjungi danau ini? Ada beberapa catatan yang barangkali perlu Anda ketahui.

1. Bagaimana caranya sampai ke Toba?

Kalau Anda memilih pergi menggunakan transportasi umum, Anda bisa berangkat dari Terminal Bis Pinang Baris yang merupakan terminal tersibuk di Medan. Banyak bis yang tersedia untuk mencapai Danau Toba dengan harga tiket konon sekitar Rp. 30 s.d. 40 ribu. Pilihan lainnya adalah travel. Kisaran harganya Rp 65 s.d. 80 ribu. Waktu aku ke Toba, berangkat 80 rb, pulangnya dapet yg harga 65 ribu. Jadi bisa cek2 harga lagi. Sempat bertanya ke sewa mobil yang nangkring di hotel, sewanya Rp 700 ribu bo! Itu sehari, mau bolak-balik atau sekali jalan dihitung sama. Oiya, konon juga bisa menggunakan kereta api dari stasiun KA utama di Kota Medanmenuju Pematang Siantar. Setelah itu dilanjutkan dengan sewa taksi menuju ke Parapat dengan tarif sekitar Rp. 200 ribu. Tapi itu juga katanya, karena aku tidak sempat mencoba..

Dibutuhkan sekitar 4-5 jam perjalanan dari Medan menuju Toba. Sebetulnya ada 2 rute utama untuk mencapai Danau Toba. Yang pertama melalui Kota Brastagi, yang kedua melalui Medan-Tebing Tinggi-Pematang Siantar – Parapat. Rute kedua lebih menjadi pilihan karena jarak tempuhnya lebih dekat. Padahal pengennya lewat Brastagi yang sejuk. Semoga lain kali masih ada kesempatan untuk menengok Danau Toba dengan menginap di Brastagi :)

2. Ada apa saja di Danau Toba?

Kalau buatku sih melihat hamparan air seluas Danau Toba sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Tidak perlu tempat belanja-belanji. Tapi kalau mau mencari souvenir Tapanuli, Anda bisa banyak jumpai di sekeliling danau. Parapat sendiri adalah kota turis yang dijejali dengan banyak hotel dan resort,  dari yang sekelas losmen sampai dengan yang bintang lima. Jadi Anda bisa memilih yang paling cocok di hati. Cuma hati-hati dan cukup sabar saja mencarinya, karena Parapat saat ini ibarat kota turis tanpa turis. Sudah beberapa waktu terakhir konon jumlah wisatawan yang berkunjung semakin sedikit. Maka tarif kamar kebanyakan dipatok dengan harga relatif tinggi. Siap-siaplah melakukan negosiasi…

Soal makanan juga tidak perlu khawatir, banyak pilihan. Yang penyuka makanan khas Batak Toba, tentu saja disini surganya. Tapi kalau mau mencari makanan halal juga banyak bisa kita temukan.

Nah, kalau sudah sampai di Danau Toba tentunya tidak afdol kalau tidak menyambangi Samosir. Perjalanan air dari Parapat ke Pulau Samosir dengan feri membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan sejauh ini ada 3 desa di Samosir yang rutin menjadi tujuan feri: Tuk Tuk, Tomok dan Tigaraja. Sebelum berangkat, sebaiknya tanyakan dulu tujuan keberangkatan, termasuk tujuan kepulangan (karena justru untuk pulangnya kami nyasar).

Sebetulnya kalau punya waktu luang kurasa lebih menarik tinggal di Samosir daripada Parapat. Keasrian alam Samosir membuatku betah berada di pulau ini. Kalau Anda tertarik untuk menginap disini, ada lumayan banyak pilihan juga. Dan tarifnya relatif lebih murah. Tapi di Samosir tidak ada angkutan umum. Anda musti menyewa kendaraan berupa sepeda atau sepeda motor kalau ingin jalan-jalan. Ongkos sewa motor antara Rp 70 hingga 80 per hari. Kalau mau bawa kendaraan sendiri juga bisa, Anda tinggal tunggu feri besar. Konon jadwalnya pasti, tapi sayang aku lupa mencatat :)

Banyak cerita yang bisa kita gali di pulau ini. Tapi nanti dulu ceritanya.. Mau pamer foto dan gaya narsisku :D

Cerita lain di Samosir