Lir Ilir, tembang sederhana yang sarat makna

Lir-ilir, lir ilir tandure wis sumilir, Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar, Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi, Lunyu-lunyu peneken kanggo masuh dodotira, Dodotiro, dorotiro kumitir bedhah ing pinggir Domana jlumatana kanggo seba mengko sore, mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane. Do….. suraka…. surak… hore! Ya, betul..barisan kalimat di atas adalah lirik dari…

Belajar dari Mijil: wani ngalah luhur wekasane

Kemarin jalan-jalan ke pusat belanja buku Palasari, mencari buku tentang politik. Sambil mencari pandangan mataku mencoba menerobos berbagai tulisan di tumpukan buku-buku sastra. Mataku terpaku pada beberapa baris kalimat pendek di halaman belakang (atau di depan ya? kok aku lupa..) sebuah buku yang aku juga tidak ingat buku apa. Aku pernah mengenal lirik itu ketika…