Kushi-age (sate daging dan sayuran goreng)

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 230

jlmc - kushiageBahan-bahan (untuk 4 porsi)
・ 300 g ayam (daging paha berkulit tanpa tulang)
・ 1 terong kecil (sekitar 80 g)
・ 2 jamur shiitake
・ 1/2 bawang bombay
・ 1 kentang (seberat 130 g)
・ garam & lada
・ tepung terigu
・ 1 telur
・ sekitar 3 cangkir remah roti
・ minyak sayur untuk memasak
・ kecap Inggris a la Jepang
・ tusuk sate bambu (panjang sekitar 15 cm)

Cara memasak
1. Siapkan ayam. Buat irisan dari samping ke arah bagian yang lebih tebal, lalu potong ayamnya dengan ketebalan yang sama yaitu sekitar 1 cm. Potong memanjang dengan ukuran sesuai selera. Iris terong menjadi bulatan setebal 1 cm. Jika terongnya besar, iris bulatan-bulatan tersebut menjadi dua. Buang bagian batang jamur lalu iris kepalanya menjadi 2 bagian. Iris bawang bombay menjadi bulatan-bulatan setebal 1 cm, kemudian potong lagi bulatan-bulatan tersebut menjadi 4. Kupas kentang dan potong menjadi ukuran yang sama dengan jamur dan terong. Didihkan air, rebus kentang selama sekitar 4-5 menit. Kentangnya harus cukup padat untuk dimasukkan ke tusuk sate.
2. Susun semua bahan di atas talenan, dengan sayur di satu sisi dan daging di sisi lainnya. Siapkan tusuk sate dengan satu potong ayam dan beragam jenis sayuran. Pertama, masukkan 1 potong sayuran ke dalam tusukan, disusul dengan 1 potong ayam. Daging ayamnya harus ditusuk dengan tusuk satenya berkali-kali seperti menjahit. Pastikan ujung tusuk bambu tidak keluar dari daging. Begitu satenya sudah jadi, taburi dengan sedikit garam dan lada.
3. Kocok telur dengan baik dan tambahkan 1 sendok makan air. Masukkan dalam piring cekung. Siapkan tepung di atas nampan dan remah roti di atas nampan lainnya. Balurkan bahan-bahan dalam tepung. Pastikan terlapisi dengan baik karena ini akan mempertahankan kelembaban dan agar bahan-bahannya tidak kering dan tetap lunak. Letakkan tusuk-tusuk sate itu di tangan dan tepuk-tepuk kelebihan tepungnya. Lalu celupkan tusuk-tusuk sate tersebut dalam kocokan telur. Buang kelebihan telur yang menetes, lalu letakkan dalam nampan yang berisi remah roti. Taburi remah roti di atas tusuk sate tersebut. Jangan tekan tepung roti ke dalam bahan agar lapisan tetap tipis saja.
4. Ambil panci kecil dan masukkan cukup minyak agar kedalamannya 5 cm. Panaskan minyak hingga 160ºC. Masukkan bahan-bahan yang sudah disate ke dalam minyak dan goreng selama 3-4 menit. Goreng tusuk-tusuk sate dalam beberapa bagian supaya tidak memenuhi penggorengan. Paling tidak setengah bagian permukaan minyak harus terbuka. Jaga suhu minyak pada 160ºC. Jangan gerakkan tusuk sate dalam 1 menit pertama karena bisa membuat lapisan tepung rotinya lepas. Setelah 1 menit, balik dan goreng sisi sebaliknya. Angkat tusuk sate menggunakan jepitan. Tiriskan kelebihan minyak di atas penggorengan. Sajikan tusuk sate panas-panas dengan kecap Inggris a la Jepang atau dengan perasan lemon dan sedikit garam.

sumber: nhk

 

Semangka hati seharga 10 ribu Yen

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 227

Suatu ketika, mungkin buah semangka berbentuk hati ini bisa menjadi persembahan ungkapan cinta :)

jlmc - semangka hatiSetelah dikembangkan sejak 9 tahun lalu, semangka berbentuk hati ini terbaru ini diklaim sebagai yang paling populer dan bahkan yang pertama kali di dunia. Hiroichi Kimura, petani generasi ketiga yang berasal dari perfektur Kumamoto, Jepang ini mengakui sangat sulit membuat semangka berbentuk hati. Ia melakukan serangkaian uji coba pembentukan semangga hati ini dalam kurun waktu 9 tahun tersebut. Namun diakuinya, pada edisi terakhir inilah ia bisa menyebut hasilnya sebagai sukses.

Seperti apa proses pembuatan semangka hati ini? Awal kemunculannya sebagai buah, ia seperti semangka pada umumnya, bulat. Setelah agak besar, buah semangka itu dimasukkan ke cetakan akrilik transparan berbentuk hati yang diberi lubang-lubang kecil di permukaannya. Gunanya agar buah bisa ‘bernafas’. Setelah buah agak besar, tak muat lagi dengan cetakan akrilik tersebut, digantilah cetakan hati yang lebih besar, hingga pada ukuran diameter sekitar 20 cm. Saat bentuk hati terlihat cukup baik, barulah dipanen.

Menurut Kimura, tak semua semangka yang diproses berhasil baik. Sebagai gambaran, dari 400 semangka, hanya 200 semangka saja yang sukses menjadi semangka hati. Kelembaban udara, cuaca, panas dingin temperatur sangat penting. Posisi atau karakter tanah serta pupuk juga sangat menentukan. Untuk mengurangi resiko gagal, Kimura melindungi tempat pembuahannya semangka dalam plastik rumah kaca khusus. Dari sisi rasa, semangka hati ini juga sangat manis. Bukan hanya itu, semangka hati juga memiliki serat dan daging buah yang lembut. Ia juga memiliki wangi yang berbeda dengan semangka biasa.

Dari rumitnya proses semangka hati ini, tak heran jika ia termasuk langka dan dijual dengan harga mahal. Di Jepang, semangka hati dijual dengan harga 10.500 yen atau sekitar Rp 1,2 juta. Konsumennya bukan hanya pembeli Jepang, tapi juga dari luar negeri. Tiap masa panen, semangka hati langsung habis dibeli dan pesanan bisa menunggu hingga tiga bulan lamanya.

Berminat menjadikan semangka hati sebagai persembahan ungkapan cinta? Tapi…takai desu ne…


sumber: tribun

 

Yukata Toyo, yukata motif ban

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 226

Menyambut musim panas di Jepang, Toyo Tire and Rubber Co., Ltd. menciptakan serangkaian yukata unik. Apa kaitannya produsen ban dengan yukata?

Yukata merupakan kimono musim panas Jepang yang sangat mudah dijumpai pada saat ada pertunjukan dan festival kembang api pada bulan-bulan yang panas. Nah, yang menjadikan yukata yang diproduksi oleh Toyo ini unik adalah perusahaan ini membuat motif yukata yang terinspirasi detil motif ban. Juru bicara Toyo mengatakan bahwa mereka telah memindahkan tapak ban yang terasosiasikan sebagai objek berbentuk bulat yang sederhana berwarna hitam, ke dunia feminin dengan dimensi warna yang terpisah. Mereka membuat titik sentuhan unik yang lain khas Toyo Tires. Pola alur ban tertentu tersebut berasal dari ban-ban Toyo yang populer seperti PROXES R1R, OPEN COUNTRY M/T dan NANOENERGY 0. Sedangkan pencelupan dalam yukata-nya bergaya tradisional.

jlmc - yukata toyoSayangnya yukata-yukata motif ban tersebut tidak diproduksi massal dan dijual, melainkan hanya sebagai sarana promosi perusahaan tersebut.

 

 

Senyum ceria si Bunga Matahari

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 224

Bunga matahari merupakan salah satu bunga yang cukup familiar di negeri kita. Namun kalau si bunga matahari tampil dengan senyuman, barangkali bukan hal yang biasa lagi ^_^
jlmc - bunga matahari tersenyumYoshikazu Tsuno, seorang fotografer yang sedang mengunjungi ladang bunga matahari di Tokyo, mendapati ada satu bunga matahari yang tampak seperti orang tersenyum. Ia lalu memotret dan meng-uploadnya di dunia maya. Foto itu kemudian beredar di internet dan menjadi bahan pembicaraan dikalangan netter Tokyo.

Bila diperhatikan seksama, senyum bunga matahari tersebut terbentuk lewat biji-biji yang ada di bagian tengah bunga, yang biasanya untuk kuaci, membentuk sebuah garis melengkung seperti dua mata dan bibir tersenyum. Bunga ini adalah satu dari 20 ribu bunga matahari di sebuah ladang di sudut Tokyo tersebut. Agustus merupakan puncak musim panas di Jepang. Warga Jepang pun harus melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat berkegiatan di luar ruangan. Hadirnya bunga matahari unik ini menjadi hiburan tersendiri bagi para netter dan warga setempat yang tinggal di sekitar ladang.

sumber: liputan 6

 

Bonsai tua Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 223

jlmc - bonsai tua jepangMau tebak umur bonsai ini? Yak, Anda salah! :D

Banyak yang tak bisa menduga usia dari tanaman mungil ini. Paling banter orang akan menyangka umurnya puluhan tahun. Padahal bonsai ini sudah berusia sekitar 389 tahun.

Bonsai tua ini dipajang di Museum National Bonsai. Tanaman yang berasal dari Pinus putih ini dikenal sebagai tanaman yang selamat dalam tragedi bom atom Hiroshima, pada 6 Agustus 1945. Bonsai memang tanaman hias yang unik. Bentuknya kecil, namun ia bisa hidup lama dan bertahan dari berbagai perubahan iklim, bahkan dari efek ledakan bom atom.

Bonsai yang bernama latin Pinus parviflora ‘Miyajima’ ini dibuat sekitar
tahun 1625. Pemiliknya, Masaru Yamaki mendonasikan bonsai ini kepada Pemerintah Jepang. Rumah keluarga Yamaki sendiri hanya berjarak tiga kilometer dari lokasi ledakan bom atom Hiroshima. Mereka sekeluarga selamat. Pun dengan bonsai Pinus tersebut.

berbagai sumber

 

 

Ketika pejabat pemerintah ber-cosplay

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 221

Apa jadinya ketika seorang kepala daerah melakukan sesuatu yang populer tapi tak lazim dilakukan oleh para pejabat?
jlmc - gubernur-walkot bercosplayInilah Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Omura, dan Walikota Nagoya, Takashi Kawamura, yang ambil bagian dalam acara World Cosplay Summit 2014 di Nagoya. Hideaki Omura bercosplay sebagai Detective Conan. Sedangkan Takashi Kawamura bercosplay sebagai pahlawan dari komedi fiksi ilmiah berlatar sejarah alternatif, Gintama.

Bagaimana menurut Anda? Keren? Bagaimana seandainya ini dilakukan di negeri kita?

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Vocaloid Hatsune Miku

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 220
Bagi penggemar Japan Pop Culture tentunya tak asing dengan istilah Vocaloid. Tapi bisajadi masih awam bagi sebagian orang. Yuk, mari berkenalan.Vocaloid (ボーカロイド) adalah perangkat lunak produksi Yamaha Corporation yang menghasilkan suara nyanyian manusia. Komposisi musik dan lirik dimasukkan di layar penyunting sesuai nyanyian dan iringan musik yang diingini. Suara nyanyian diambil dari “pustaka suara” yang berisi sampling rekaman suara dari penyanyi sebenarnya. Lirik lagu dinyanyikan dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Yamaha tidak menjual Vocaloid secara terpisah, melainkan dibundel dengan pustaka suara produksi perusahaan pustaka suara yang mendapat lisensi Yamaha. Vocaloid berasal dari kata “vocal” dan “android”.

Konon Vocaloid awalnya tak lebih dari sebuah program yang tidak dikenal. Hingga kemudian Nico Nico Douga (NND), sebuah situs video di Jepang yang mirip YouTube memiliki peranan penting hingga perangkat lunak ini menjadi terkenal. Segera setelah dirilis, pengguna Nico Nico Douga mulai menampilkan video yang berisi lagu yang dibuat dari perangkat lunak tersebut. Adalah Hatsune Miku (初音ミク), produk perangkat lunak yang menghasilkan suara nyanyian wanita, yang dirilis oleh Crypton Future Media pada 31 Agustus 2007. Melalui situs NND, para pengguna Miku mulai bekerja sama, saling bertukar ide, menampilkan karya mereka yang masih setengah jadi, dan akhirnya diperbaiki oleh pengguna lain.Nama Hatsune Miku sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti pertama (初 hatsu), suara (音 ne), dan masa depan Miku (ミク). Penggabungan kata-kata tersebut secara harfiah berarti “suara pertama dari masa depan” karena dia adalah penyanyi pertama dari serangkaian penyanyi “Character Vocal Series” yang diproduksi Crypton. Suara Miku berasal dari sampling suara seorang pengisi suara dari Jepang, Saki Fujita. Versi update dari Miku dirilis pada 30 April 2010 dengan nama Hatsune Miku Append, yang berisi 6 macam model suara dari Miku: soft (lembut), sweet (kekanakan), dark (dewasa), vivid (bersemangat), solid (tinggi), dan light (polos). Yang menarik, Hatsune Miku melakukan konser-konser di atas panggung sebagai proyeksi hologram.sumber: wiki

Hisaichi Terauchi, sang Marsekal Jepang di Indonesia

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 219

Namanya pernah disebut-sebut pada sekitaran bulan Agustus, 69 tahun lalu. Dialah Hisaichi Terauchi, Marsekal Jepang yang menjangikan kemerdekaan bagi Indonesia. Konon, janji tersebut merupakan upaya yang dilakukannya sebagai penyelamatan terakhir kedaulatan Jepang di Asia Tenggara dan Pasifik.

jlmc - terauchiSiapakah Hisaichi Terauchi?

Ia adalah perwira senior Jepang di Perang Dunia II, putra dari Masatake Terauchi, yang juga seorang perwira tangguh dan pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang ke-18. Hisaichi Terauchi lahir pada 8 Agustus 1879. Setelah lulus dari akademi militer Jepang pada usianya yang ke-21 tahun ia langsung terlibat di Perang Russo-Japan. Karirnya berjalan lancar bahkan menanjak pesat. Tahun 1935 ia diangkat menjadi jenderal.

Enam tahun berikutnya Terauchi ditugaskan dalam misi penaklukkan Asia Selatan dan Pasifik. Dalam Perang Pasifik, Terauchi, bersama Jenderal Yamamoto Isoroku, menjadi salah satu aktor utama keberhasilan Jepang di paruh pertama perang. Ia mendirikan markas utamanya di Singapura, lalu pindah ke Manila. Saat keadaan berbalik dan sekutu di bawah Amerika Serikat mulai menguasai Pasifik dan mengincar Filipina, Terauchi pun terpaksa mundur ke Saigon. Kekalahan demi kekalahan membuatnya tertekan. Tepat saat mendengar berita lepasnya Burma dari tangan Jepang pada 10 Mei 1945, ia terserang stroke.

Dalam keadaan tertekan itulah ia mengambil langkah-langkah untuk mencoba mengakali kondisi. Salah satunya adalah dengan menjanjikan kemerdekaan pada daerah-daerah taklukan. Pada 12 Agustus 1945 ia menemui Soekarno, Hatta, dan Radjiman. Ia mengusulkan proklamasi dilakukan pada 24 Agustus 2014. Namun proses yang terjadi tak seperti yang diharapkannya.

Sebulan dari pertemuan tersebut, pasca lepasnya Indonesia dan Singapura, Jepang diwakili oleh Jenderal Itagaki Seishiro menyerah secara resmi di Singapura. Terauchi sendiri menyerah secara personal kepada Lord Mountbatten dari Inggris di Saigon pada 30 November 1945. Bersama tawanan lainnya Terauchi dibawa untuk ditahan di Malaya. Pada 12 Juni 1946, Terauchi terserang stroke untuk kedua kalinya dan meninggal dunia pada usianya yang ke-66 tahun. Jenazah Terauchi dimakamkan di Japanese Cemetery Park di Singapura.

Cerita menarik yang sempat tercatat, saat menyerah pada Lord Mountbatten, Terauchi menyerahkan senjata pusaka milik keluarganya, yakni sebuah Wakizashi, pedang pendek. Wakizashi yang dibuat leluhur keluarga Terauchi pada tahun 1431 ini hingga kini tersimpan di Windsor Castle, Inggris.

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

Zenzai, kue kacang metah Jepang

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 218

Kue-kue manis ala Jepang dikenal dengan nama Wagashi. Kue-kue ini dianggap sehat, berkadar gula rendah lemak, dan kebanyakan dibuat dari bahan sayuran seperti kacang merah, biji-bijian dan gula.

Salah satu bahan penting untuk kue-kue khas Jepang ini adalah adonan manis yang kebanyakan terbuat dari kacang merah. Adonan-adonan manis ini juga dapat dibuat dari bahan lain, seperti labu atau buah berangan, dan digunakan dengan berbagai cara dalam membuat kue-kue manis ala Jepang.

Mari coba buat salah satu kue manis Jepang: Zenzai

jlmc - zenzaiBahan-bahan (untuk 4 porsi):
250 gram kacang merah (azuki). Kacang jenis lain juga bisa dipakai kalau tidak ada kacang merah.
150 gram gula
1/2 sendok teh (2,5 gram) garam
2 potong mochi (sejenis kue dari beras yang di ulen)

Cara memasak:
1. Cuci kacang merah, masukkan dalam panci lalu tuang air secukupnya hingga kacang merah tadi terendam. Masak dengan api sedang hingga mendidih, lalu tiriskan. Ini dilakukan agar buih dari rebusan tadi ikut terbuang.
2. Masukkan kembali kacang merah tadi ke panci, tambahkan 5 cangkir air dan masak dengan api sedang.
3. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutupi panci dengan pelapis atau aluminium foil untuk menampung uap yang menetes lalu pasang tutup panci. Masak dengan api yang sangat kecil sampai sekitar 90 atau 120 menit, hingga kacang merah itu menjadi lembut. Sesekali pastikan kacang merah itu selalu terendam air. Jika tidak tambahkan air.
4. Saat kacang merah tadi sudah lembut lalu kurangi airnya (tinggi air yang tersisa harus sekitar 5 milimeter di bawah permukaan air sebelumnya). Tambahkan gula dan garam, masak selama 5 menit lagi dengan api kecil, lalu masukkan ke dalam mangkuk kecil.
5. Potong mochi hingga seukuran satu gigitan dan panggang di atas panci. Saat mochi itu mulai lembut, pindahkan ke kacang merah yang direbus tadi.

Selamat mencoba!

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC

 

 

Teru teru bōzu, boneka pencegah hujan

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 217

Tak hanya di Indonesia, di Jepang pun rupanya ada tradisi untuk menjadikan benda tertentu sebagai penangkal hujan. Mereka menyebutnya Teru teru bōzu.

jlmc - teruterubozu

Teru teru bōzu (てるてる坊主) adalah boneka tradisional buatan tangan yang terbuat dari kertas atau kain putih. Para petani Jepang menggantung boneka tersebut di luar jendela mereka dengan benang. Boneka jimat ini dipercaya memiliki kekuatan magis membuat cuaca menjadi baik dan untuk menghentikan
atau mencegah hujan. ”Teru” adalah kata kerja dalam bahasa Jepang yang menjelaskan bercahaya, atau baik (cuaca) dan “bōzu” adalah Buddha rahib, atau jika dalam slang artinya “gundul.”

Boneka Teru teru bōzu populer selama periode Edo. Anak-anak membuat teru-teru-bōzu dari kertas tisu atau kapas dan benang/senar dan menggantungkan boneka ini di jendela karena ingin cuaca yang cerah. Biasanya mereka melakukan itu saat akan berlangsung hari piknik sekolah. Jika boneka tergantung terbalik, sengaja atau tidak, maka kerjanya seperti doa untuk hujan.

Anak-anak Jepang juga sering membuat boneka ini sambil menyanyikan Warabe Uta (lagu anak-anak) yang terkenal, atau Japan nursery rhyme, terkait dengan boneka penangkal hujan ini:
(dalam terjemahan Bahasa Indonesia)
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Seperti langit dalam mimpi
jika cuacanya cerah saya akan memberikan Anda bel emas
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Jika Anda ingin membuatnya menjadi kenyataan
Kami akan banyak minum sake manis
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Tetapi jika mendung dan Anda menangis (hujan)
Lalu aku akan memotong putus kepalamu.

Lagu yang ditulis oleh Kyoson Asahara dan disusun oleh Shinpei Nakayama ini dirilis pada 1921. Seperti banyak sajak kanak-kanak, lagu ini dikabarkan memiliki sejarah yang lebih gelap daripada yang pertama kali muncul. Konon kisahnya berangkat dari biara, tempat seorang biksu yang berjanji kepada petani untuk menghentikan hujan dan membawa cuaca cerah selama periode
berkepanjangan hujan yang merusak tanaman. Namun matahari tak kunjung datang. Sang biksu dianggap gagal dan dihukum mati. Tapi masih banyak yang percaya pada cerita lain, yang menyebutkan asal-usul Teru Teru bozu mungkin berasal dari tradisi lama yang kemungkinan besar dalam upaya untuk memperbaiki citra boneka.

sumber: j-cul

 

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! JLMC