Maeda, Laksamana Muda Jepang yang terlibat proses Kemerdekaan RI

Mengenal bahasa dan budaya Jepang: POST 69

Mengenal Laksamana Muda Maeda Kita membaca namanya sejak bangku sekolah dasar. Namanya sering disinggung dalam buku pelajaran terutama terkait bahasan peristiwa kemerdekaan RI. Siapakah sesungguhnya Maeda?
jlmc - tadashimaedaNama lengkapnya Tadashi Maeda. Lahir di Kagoshima, Jepang, 3 Maret 1898. Ia adalah perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Tugas pokoknya adalah sebagai Kepala Kantor Penghubung Rikugun (AD) dan Kaigun (AL) di Jakarta. Maeda memang perwira Jepang yang notabene menjajah Indonesia ketika itu. Namun ia memiliki keyakinan bahwa kemerdekaan merupakan aspirasi alamiah. Maka iapun memberikan dukungannya kepada tujuan kebebasan Indonesia.

Tadashi Maeda pernah dihukum selama 1 tahun. Ia disalahkan karena dianggap melanggar perintah Angkatan Perang Sekutu dalam mempertahankan status quo Hindia Belanda. Melalui Ahmad Soebardjo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Riset AL Jepang, Tadashi Maeda meminta agar Bung Karno segera kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Ia memberikan jaminan keamanan serta menyediakan rumah dinasnya di J. Nassan Boulevard (sekarang Jl. Imam Bonjol No. 1) Jakarta untuk dimanfaatkan.

Tanggal 16 Agustus 1945 sore hari rombongan Mr. Soebardjo menjemput Bung Karno dan Bung Hatta di Rengasdengklok untuk dibawa ke rumah dinas Tadashi Maeda, diikuti oleh Soekarni, Soetardjo, dan Soedirb (Barisan Banteng). Di rumah Laksamana Tadashi Maeda
rupanya sudah menunggu tokoh-tokoh pergerakan, anggota BPKI, dan beberapa pimpinan gerakan pemuda.

Maka mulai dilangsungkanlah rapat membahas naskah proklamasi. Sayuti Melik lalu mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik milik kantor Maeda, di ruang kecil dekat dapur. Tak lama kemudian naskah Proklamasi ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia di ruang tamu Laksamana Tadashi Maeda. Naskah Proklamasi dibacakan Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Laksamana Tadashi Maeda meninggal dunia pada 13 Desember 1977, pada usia 79 tahun.

Mau mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Jepang? Gabung yuk! New_Picture[1]